Wednesday, December 27, 2006

Kebersihan tidak dapat dihayati hanya sebatas di bibir saja tetapi perlu aksi. Sudah bukan hal yang asing lagi bila didapati tumpukan sampah di lingkungan universitas kita. Memang sangat ironis, sebab disinilah tempat lahir, bertumbuh kembangnya enginer-enginer yang sangat berpengaruh untuk kehidupan masa kini dan mendatang. Sayangnya, malah para calon-calon enginer itu sendiri yang kadang tidak mempedulikan keadaan lingkungan, membiarkan sampah berserakan, memberikan polusi kepada penglihatan dan penciuman serta memperbesar resiko rusaknya kesehatan.

Now, tak perlu lagi kita saling menyalahkan satu sama lain karena masalah persampahan bukan hanya menjadi masalah fakultas, tetapi juga masalah universitas, masalah kota ini, masalah provinsi ini, negara ini bahkan bumi ini.
Sebagai seorang pecinta lingkungan kita tentunya tidak asing lagi dengan istilah 3R yaitu Reuse (menggunakan kembali); Reduce (Mengurangi pemakaian); dan Recycle (daur ulang)

  1. Reuse terutama untuk produk dari botol plastik dan kaca, yang mengurainya makan waktu sampai ratusan tahun. Jangan remehkan penggunaan kembali kertas bekas. Jangan membuang kertas selama masih bisa digunakan. Jadi manfaatkan baik-baik kertas yang sudah dipakai. Bisa untuk sampul, kertas kado, bahkan dijadikan memo. Amplop bekas pun masih bisa dipakai lagi buat mengirim surat.
  2. Reduce terutama untuk sampah plastik. Karena plastik adalah salah satu bahan yang sangat sulit terurai. Dengan mengurangi penggunaan plastik, kita sudah menyumbang pelestarian lingkungan. Caranya antara lain: menolak kantong plastik bila tak terlalu perlu. Jangan takut berbuat steja dengan membawa tas sendiri saat berbelanja. Kurangi meminta tolong menitip makanan pondokan dengan dibungkus plastik usahakan bawa tempat sendiri atau skalian makan disana pake piringnya mace.Gunakan kertas di kedua sisinya, dan jangan coret-coret bila tak perlu. Sebisa mungkin kurangi produk yang memakai baterai dan gunakan produk yang kemasannya bisa diisi ulang.
  3. Recycle untuk sampah organik, bisa dijadikan kompos. Tapi mendaur ulang sampah anorganik mungkin kita belum bisa. Maka, usaha maksimal yang bisa kita lakukan ialah memisahkan mana sampah organik, mana yang anorganik (plastik, logam, dan kaca). Tempatkan sampah anorganik dalam wadah berbeda, lalu berikan ke pemulung. Mereka ini yang akan membawa sampah anorganik kita ke produsen industri yang bisa mendaur ulang sampah anorganik tersebut. Walaupun uang yang didapatkan dari hasil penjualan tersebut tidak seberapa tetapi uang tetaplah uang, uang memang bukan segala-galanya tetapi uang dapat membeli segalanya.